Komhukum (Banjarnegara) - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Banjarnegara, Jawa Tengah, bertekad mewujudkan sekolah konservasi melalui pendidikan peduli lingkungan bagi siswa.
"Pendidikan peduli lingkungan diberikan kepada siswa dengan langsung praktik. Harapannya, semua itu akan membekas kepada siswa sehingga membuahkan sikap cinta lingkungan menjadi bagian dari kehidupannya," kata Kepala SMPN 2 Banjarnegara, Bambang Budi Setiyono, di Banjarnegara, Rabu (04/04). Sebagai bukti dari keseriusan sekolah, kata dia, terlihat dari luas lahan SMPN 2 Banjarnegara yang mencapai 11 ribu meter persegi, 4.000 meter persegi di antaranya untuk lahan penghijauan karena 3.000 meter persegi telah digunakan untuk bangunan dan 4.000 meter persegi sebagai lapangan sekolah. Menurut dia, sekolah ini juga telah menanam lebih dari 100 jenis tumbuh-tumbuhan. "Jumlah itu akan terus bertambah karena kami juga terus mengupayakan tambahnya koleksi, termasuk tanaman langka, seperti mundu, nam-nam, kemuning, markisa, pohon weru, pohon pedali, dan sebagainya," kata dia. Sebagai upaya mewujudkan sikap peduli lingkungan, kata dia, di setiap sudut sekolah telah disediakan tempat sampah dan pohon peneduh serta tanaman obat-obatan. Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga membuat sejumlah biopori untuk menyerap air hujan ke dalam tanah. "Pada tahun ajaran baru mendatang, kami merencanakan program satu siswa satu pohon. Artinya setiap siswa baru diwajibkan menanam satu pohon di lahan konservasi yang akan dipeliharanya sampai dia lulus," katanya. Ia mengatakan, setiap pohon yang ditanam akan diberi nama latin dan nama Indonesia. "Akan menjadi kebanggaan bagi siswa, bila saat dewasa nanti dia menengok pohon yang ditanamnya kokoh berdiri dan membawa manfaat bagi lingkungan hidup," katanya. Menurut dia, kepedulian SMPN 2 Banjarnegara terhadap lingkungan ini telah menorehkan prestasi dengan meraih predikat juara II "UNNES Green School" dalam rangka Dies Natalis Ke-47 Universitas Negeri Semarang beberapa waktu lalu. Dalam hal ini, kata dia, SMPN 2 berhak memperoleh hadiah piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp. 3 juta. "Hadiah uang akan kami peruntukan untuk pengembangan kegiatan konservasi yang diselenggarakan oleh sekolah," kata Bambang. Ia mengatakan, keikutsertaan SMPN 2 Banjarnegara dalam lomba ini selaras dengan visi sekolah, yakni Unggul dalam Prestasi, Luhur dalam Budi Pekerti, dan Peduli Lingkungan. Salah satu guru pembimbing, Haryono mengatakan, pendidikan peduli lingkungan hidup menjadi bagian dari mata pelajaran siswa terutama kelas VII dan VIII. "Pelajaran diberikan satu jam dalam seminggu. Dalam pelajaran lingkungan hidup ini siswa diajarkan praktik membuat pupuk organik dengan bahan dasar hijau-hijauan yang berasal dari tumbuhan di lingkungan sekolah. Setelah jadi pupuk organiknya dimanfaatkan untuk memupuk semua tanaman yang ada di sekolah," kata dia. Selain pembuatan pupuk organik, kata dia, siswa juga diajarkan membuat obat-obatan herbal dengan memanfaatkan tanaman obat yang ditanam di sekolah, termasuk cara pengemasannya. Bahkan, lanjutnya, produk obat herbal produksi siswa SMPN 2 Banjarnegara telah banyak digunakan untuk pengobatan. (K-2) |
Jumat, 01 Juni 2012
SMPN 2 Banjarnegara Wujudkan Sekolah Konservasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar